Akmal Abdurrahman


Menuju Volume IV, amat sangat menggembirakan ketika Akmal, seorang teman dan rekan sepengkaryaan yang telah kami kenal lebih dari 10 tahun, mengiyakan ajakan kami untuk berkolaborasi dalam rilisan bertajuk Tribute to: Death Dealer II. Tulisan berikut disadur berdasarkan format kerangka dasar disertai percakapan kami bersama Akmal. Silakan disimak dan selamat berkenalan!



Bicara mengenai korelasi visual dan musik underground, berarti bicara tentang imaji yang tajam, ekspresif, agresif dan tentu, kejam. Akmal adalah salah satu visual artist yang banyak terlibat dalam pengerjaan karya visual pada rilis merchandise, poster, dan/atau cover berbagai projek musik underground.


Perjalanannya sebagai seorang profesional yang juga sebagai akademisi senirupa di tahun-tahun awalnya, didorong salah satunya oleh berbagai apresiasi yang menemaninya bertumbuh dalam pengkaryaan hingga saat ini membentuk identitas visual yang telah dikenal banyak orang. Ditemani banyak inspirasi dari musik, film, lingkungan sekitar, hingga mengunjungi berbagai pameran.


Prosesnya berkarya terbilang runut dan sederhana, diawali dengan menerjemahkan ide abstrak ke eksplorasi komposisi dari bermacam referensi untuk bisa mencapai penyesuaian konsep yang diinginkan, visualisasi proses sketsa menuju outlining dasar, penentuan arah pencayahaan sampai akhirnya masuk ke pewarnaan dan penyesuaian final.



Karya sampul 'Kalatidha'

oleh Down For Life 



Kami berkesempatan menanyakan langsung pada Akmal tentang proses pengerjaan cover album Down For Life yang bertajuk Kalatidha, sebuah album yang bagi kami terasa cukup penting karena dilatarbelakangi oleh kondisi keresahan nyata di masyarakat yang semakin hari semakin memburuk.

--

Proses pengerjaan konsep artwork bersama Stephanus Adjie (Down For Life) berawal dari keresahan situasi dan kondisi masyarakat hari ini, mengambil dari serat tembang mocopat karya Raden Ngabehi Ronggowarsito mengenai urutan zaman yang penuh kekacauan sejak Kalasuba, Kalabendhu hingga Kalatidha.



Kalatidha direfleksikan ke dalam suasana perang kehancuran dengan penggambaran babi dan naga yang visualnya diliputi banyak unsur kegelapan. Diskusi panjang disertai berbagai eksperimen visual yang memadukan senjata tradisional dan ornamen Jawa, Batik, pemilihan Naga Nogososro, serta balutan warna merah dan emas yang menegaskan betapa epiknya adegan tempur hingga akhirnya secara penuh mengimplementasikan cover album 'Kalatidha' oleh Down For Life.



Beberapa karya Akmal






Sebelum konsisten pada medium digital, ia banyak terlibat dalam pengkaryaan menggunakan berbagai macam medium mulai dari sketsa hingga drawing, lukis, mural, pahat, sampai ke seni patung. 


Kiprah profesionalnya banyak menemani rilisan musisi underground di Indonesia bahkan dalam skala global. Lamb of God, Killswitch Engage, Trivium, Slipknot, The Black Dahlia Murder adalah beberapa di antaranya.


Surreal moments





Sebuah momen yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya, adalah ketika beberapa musisi di mana kamu (biasanya) hanya terlibat dalam penggarapan merchandisenya, berkebetulan tampil di kotamu. Akmal adalah satu ilustrator yang amat beruntung yang berkesempatan bertemu dan berbincang langsung dengan para musisi yang bekerja bersamanya pada saat mereka tampil di beberapa show di Indonesia.


Bicara mengenai kehidupan berkesenian yang dijalani bertahun-tahun, tentu memiliki dampak tersendiri ke siapapun pegiatnya. Untuk Akmal, berkesenian membawanya menjadi pribadi yang lebih peka akan segala sesuatu, mampu merasakan detail yang mungkin saja terlewatkan orang lain, hingga akhirnya bisa menemukan identitas dan nilai pada dirinya sendiri saat berkarya. Untuknya, proses berkarya itu seperti berada di dunianya sendiri, dalam sepi dan terisolasi oleh riuhnya imajinasi.



Berikut adalah potongan karya tribute 'Death Dealer' yang akan dirilis serentak pada tanggal 31 Oktober 2026.


Silakan disimak karya Akmal yang lainnya dan bertukar pesan dengannya melalui Instagramnya di bawah ini.



Instagram